MG, produsen mobil yang sebelumnya dikenal sebagai produsen mobil asal Inggris namun kini dimiliki oleh raksasa Tiongkok SAIC Motor, telah menjadi merek Tiongkok pertama yang penjualan kumulatif kendaraannya melampaui satu juta di seluruh Uni Eropa dan Inggris. Tonggak sejarah ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap otomotif, menandakan meningkatnya penerimaan konsumen terhadap mobil buatan Tiongkok di pasar yang secara tradisional kompetitif.
Pertumbuhan Pesat dan Posisi Pasar
Pada tahun 2023 saja, MG menjual lebih dari 300,000 kendaraan di Eropa dan Inggris, termasuk lebih dari 85,000 di Inggris saja — peningkatan hampir 30% dari tahun ke tahun. Kinerja ini telah mengamankan posisi MG sebagai merek otomotif Tiongkok terlaris di Eropa selama 11 tahun berturut-turut, dan kini menempati peringkat ke-16 secara keseluruhan di pasar UE dan Inggris, menjadikannya satu-satunya merek Tiongkok yang masuk dalam 20 besar.
Permintaan Kendaraan Hibrida dan Listrik
Pertumbuhan merek ini didorong oleh kuatnya permintaan terhadap kendaraan hibrida dan listrik. Pada tahun 2023, MG menjual 137,000 unit seri Hybrid+ (peningkatan 300% dari tahun ke tahun) bersama dengan 46,000 kendaraan listrik murni. Hal ini menunjukkan kesediaan konsumen Eropa untuk mengadopsi berbagai pilihan powertrain MG.
Mengungguli Tren Pasar
Khususnya, kesuksesan MG terjadi pada saat pasar otomotif Eropa sedang melambat. Pada paruh pertama tahun 2023, penjualan MG melampaui Tesla di Eropa dengan 153,000 unit, sementara pasar Eropa secara keseluruhan mengalami penurunan 0,9%. Tingkat pertumbuhan ini (18,6% tahun-ke-tahun) menyoroti kemampuan MG untuk merebut pangsa pasar bahkan di tengah tantangan industri.
Garis Waktu Ekspansi: Dari 50.000 menjadi Lebih dari Satu Juta
Ekspansi MG di Eropa berlangsung pesat. Penjualan melampaui 50.000 unit pada tahun 2021, melampaui 100.000 pada tahun 2022, dan meningkat dua kali lipat menjadi 200.000 pada tahun 2023. Pasar utama seperti Italia, Spanyol, dan Prancis masing-masing telah melampaui 100.000 penjualan kumulatif, sementara Inggris tetap menjadi pasar tunggal terbesar dengan lebih dari 370.000 kendaraan terjual (termasuk lebih dari 100.000 model listrik). Pada Januari 2024, MG mengirimkan hampir 26,000 kendaraan di Eropa, dengan peningkatan sebesar 15% dari tahun ke tahun.
Lonjakan penjualan ini menyoroti meningkatnya daya tarik produsen mobil Tiongkok di Eropa, didorong oleh harga yang kompetitif, strategi ekspansi yang agresif, dan kemauan untuk beradaptasi dengan permintaan pasar lokal. Keberhasilan MG kemungkinan akan memberikan tekanan pada merek-merek Eropa yang sudah mapan untuk berinovasi dan menurunkan biaya guna mempertahankan pangsa pasar mereka.
