Mercedes-Benz telah resmi memasuki pasar kendaraan listrik kompak-eksekutif (EV) dengan peluncuran C-Class Electric baru. Meskipun tetap mempertahankan nama ikonik “C-Class”, model ini mewakili perubahan total dari pendahulunya yang bermesin pembakaran, yang dibangun dari awal menggunakan platform MB.EA canggih dari merek tersebut.
Dengan beralih dari mesin pembakaran internal tradisional, Mercedes memposisikan kendaraan ini untuk bersaing langsung dengan kelas berat seperti BMW i3, Hyundai Ioniq 6, dan Lexus ES electric yang akan datang.
Performa dan Jangkauan: Kecepatan Memenuhi Efisiensi
C-Class Electric dipasarkan sebagai “C-Class paling sporty yang pernah ada”. Ini bukan sekedar jargon pemasaran; varian andalan C 400 menggunakan pengaturan motor ganda yang menghasilkan 482bhp yang kuat.
- Akselerasi: 0–62 mph hanya dalam 4,1 detik.
- Jangkauan: Hingga 472 mil dengan sekali pengisian daya (baterai 94,5kWh).
- Teknologi Efisiensi: Transmisi otomatis dua kecepatan baru mengoptimalkan kinerja, memberikan akselerasi yang kuat pada kecepatan rendah dan penyaluran tenaga yang efisien selama jelajah kecepatan tinggi.
Meskipun jangkauannya mengesankan, jaraknya sedikit di belakang BMW i3 yang diproyeksikan sejauh 559 mil. Namun, Mercedes menyiasatinya dengan teknologi pengisian daya yang unggul. Memanfaatkan arsitektur 800V, mobil ini mendukung tingkat pengisian maksimum 330kW, memungkinkan pengemudi menambah jarak tempuh 198 mil hanya dalam 10 menit.
Desain: Estetika Baru yang Berani
Secara visual, C-Class Electric mengadopsi “siluet mirip coupé” dengan lengkungan roda berotot dan permukaan kencang. Ia berbagi bahasa desain yang berbeda dengan GLC Electric, terutama pada bagian depannya yang kontroversial.
Kisi-kisinya menampilkan 1.050 lampu kecil yang mencolok, dan lampu depannya mengusung ciri khas bintang berujung tiga Mercedes.
Meskipun baterainya berat di bawah lantai, Mercedes berhasil mempertahankan interior yang lapang. Jarak sumbu rodanya hampir tiga meter panjangnya—97mm lebih panjang dibandingkan versi bensin—menawarkan ruang kaki yang lebih baik bagi seluruh penumpang. Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan bagasi 470 liter dan “frunk” 101 liter** (bagasi depan), menjadikannya pilihan praktis untuk perjalanan jarak jauh.
Interior dan Teknologi Mutakhir
Di dalam, kabinnya merupakan pembangkit tenaga listrik digital. Dasbornya didominasi oleh pengaturan tiga layar besar, yang menampilkan “Superscreen” sebagai standar.
Sorotan teknologi utama meliputi:
– Hiburan Penumpang: Layar sisi penumpang dapat menampilkan konten video saat kendaraan sedang bergerak (meskipun akan dinonaktifkan jika perhatian pengemudi dialihkan).
– Kontrol Langit: Fitur inovatif yang memungkinkan segmen atap kaca panorama menjadi buram hanya dengan satu sentuhan tombol.
– Kenyamanan Tingkat Lanjut: Peningkatan opsional mencakup sistem suspensi udara Airmatic dengan redaman prediktif dan kemudi roda belakang, yang meningkatkan kemampuan manuver dengan memberikan putaran putar 11,2 meter yang lebih ketat pada mobil.
Posisi dan Ketersediaan Pasar
Mercedes telah memilih untuk meluncurkan C-Class Electric secara eksklusif sebagai saloon (sedan), dan saat ini tidak ada varian estate (wagon) yang direncanakan. Bagi pembeli yang membutuhkan lebih banyak utilitas, merek tersebut menunjuk ke GLC Electric.
Meskipun harga resmi masih belum dapat dikonfirmasi, para pakar industri memperkirakan harga awal akan berada di kisaran pertengahan £50.000, dengan varian motor tunggal berpotensi turun di bawah angka £50.000 untuk menarik khalayak yang lebih luas.
Waktu yang Diharapkan:
C-Class Electric dijadwalkan untuk dirilis pada akhir musim panas, dengan pengiriman pertama diharapkan di Inggris sebelum akhir tahun. Berbagai konfigurasi baterai juga diharapkan hadir pada tahun 2026 untuk memberikan opsi yang lebih terjangkau dan kisaran yang lebih rendah.
Kesimpulan: C-Class Electric menandai perubahan strategis bagi Mercedes, memadukan penggerak listrik performa tinggi dengan teknologi mewah untuk menantang dominasi kendaraan listrik eksekutif yang sudah mapan. Keberhasilannya kemungkinan besar akan bergantung pada bagaimana kecepatan pengisian daya dan dinamika berkendara dibandingkan BMW dan Hyundai di pasar yang ramai.






















