Volvo akan terus memproduksi SUV hybrid—termasuk XC40, XC60, dan XC90—selama pelanggan memintanya, menurut CEO yang baru saja diangkat kembali, Håkan Samuelsson. Strategi ini mengakui bahwa transisi ke kendaraan listrik sepenuhnya (EV) tidak akan langsung terjadi pada semua pembeli. Perusahaan berencana untuk meningkatkan model yang sudah ada dengan teknologi dan desain yang mencerminkan jajaran kendaraan listrik terbarunya.
Sistem Hibrida Akan Berkembang
Peningkatan tersebut akan mencakup sistem hibrida plug-in “Gen 2”, yang memanfaatkan pembelajaran dari model saat ini dan pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan induk Volvo, Geely. Ukuran baterai diperkirakan akan meningkat sehingga mengurangi ketergantungan pada mesin pembakaran internal (ICE). Meskipun tidak diklasifikasikan sebagai “range-extender,” sistem ini akan bergerak ke arah tersebut, berpotensi menawarkan jangkauan listrik 100–150 mil, seperti yang terlihat pada XC70 yang khusus diproduksi di Tiongkok.
Peningkatan Efisiensi Mesin
Dorongan untuk penggerak listrik yang lebih besar juga dapat menyebabkan perubahan pada komponen ICE. Volvo mungkin beralih dari mesin empat silinder 2.0 liter turbocharged ke mesin yang lebih efisien, mungkin menggunakan sistem pembakaran siklus Millar atau turbo yang lebih kecil. Karena mesin terutama akan mengisi daya baterai daripada langsung memberi daya pada roda, mesin dapat beroperasi di zona yang lebih sempit dan lebih efisien.
Pembaruan Khusus Model
- XC60 dan XC90: SUV terlaris ini akan menerima perubahan besar, dan berpotensi bermigrasi ke platform yang sama dengan Geely, meskipun arsitektur SPA mereka saat ini tetap menjadi pilihan.
- XC40: XC40 yang lebih kecil, yang sudah menggunakan platform Asia Tenggara yang dikembangkan bersama, kemungkinan akan terus menggunakan platform bersama untuk generasi berikutnya. Peningkatan versi hibrida mungkin kurang signifikan karena kendala pengemasan.
Fokus Teknik Tetap di Swedia
Meskipun berkolaborasi dengan Geely, Volvo menekankan bahwa semua model non-pasar Tiongkok akan terus dikembangkan di Swedia, memastikan model tersebut tetap menjadi “Volvo sejati” dalam bidang teknik dan desain.
Garis Waktu: XC40 diharapkan menjadi yang pertama menerima pembaruan, kemungkinan pada tahun depan. Perombakan untuk XC60 dan XC90 kemungkinan besar akan dilakukan dua hingga tiga tahun lagi, mengingat pembaruan kecil baru-baru ini.
Investasi berkelanjutan Volvo pada teknologi hibrida mencerminkan pendekatan pragmatis terhadap elektrifikasi, mengingat banyak konsumen yang belum siap berkomitmen penuh terhadap kendaraan listrik. Perusahaan memposisikan dirinya untuk memenuhi permintaan saat ini sekaligus mempersiapkan masa depan yang didominasi oleh kendaraan listrik.
