Meskipun pasar sedan dan hatchback tradisional menyusut, Honda Australia telah mengonfirmasi bahwa dua merek paling ikoniknya—Civic dan Accord —akan tetap berada di jajaran produk lokal di masa mendatang.
Keputusan ini diambil pada saat kedua model menghadapi hambatan yang signifikan, karena preferensi konsumen beralih ke SUV dan merek tersebut mengalami transisi strategis dalam cara mereka menjual kendaraan.
Menurunnya Mobil Penumpang Tradisional
Civic (diperkenalkan pada tahun 1973) dan Accord (diperkenalkan pada tahun 1977) pernah menjadi tulang punggung operasional Honda di Australia. Selama tahun 2000-an, kedua model tersebut merupakan pemimpin dalam volume tinggi, dengan penjualan tahunan masing-masing melebihi 10.000 unit.
Namun, data terkini menunjukkan penurunan tajam:
– The Accord: Penjualan anjlok 29% tahun lalu, dengan hanya terkirim 98 unit. Saat ini mobil ini berdiri sebagai salah satu mobil penumpang menengah dengan penjualan paling lambat di negara ini.
– The Civic: Penjualan tahun lalu berjumlah 933 unit, tertinggal dari kompetitor premium seperti BMW 1 Series, Audi A3, dan Mercedes-Benz A-Class.
Beberapa faktor berkontribusi terhadap tren ini. Pasar otomotif global telah mengalami pergeseran besar-besaran ke arah SUV dan crossover, meninggalkan sedan tradisional seperti Accord pada posisi khusus. Selain itu, langkah Honda menuju model penjualan “agensi”—yang berfokus pada varian premium—telah menghasilkan harga yang lebih tinggi yang mungkin mengasingkan pembeli yang sadar anggaran.
Strategi Pilihan vs. Pertumbuhan Baru
Meskipun angka penjualannya kecil, Honda Australia menyatakan bahwa model-model ini memiliki tujuan tertentu dalam portofolio mereka.
“Bagi kami, ini tentang memberikan pilihan kepada pelanggan dan memiliki proposisi nilai yang berhasil,” kata Nick Parkington, General Manager Otomotif di Honda Australia.
Daripada berfokus pada segmen menua ini, Honda mengalihkan energi utamanya ke arah “serangan produk” yang agresif. Perusahaan memprioritaskan peluncuran dan pembaruan baru untuk menangkap segmen pasar yang sedang berkembang, termasuk:
– Prelude: Penambahan terbaru pada lineup.
– CR-V dan ZR-V: Model yang diperbarui untuk meningkatkan kehadiran SUV mereka.
– The Super-One: Diharapkan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini.
Hal ini mewakili poros strategis dari mempertahankan segmen yang menurun menjadi pertumbuhan bertahap —menambahkan model-model baru ke dalam kategori yang sebelumnya tidak dimiliki Honda.
Pengecualian: Permintaan Tinggi Tipe R
Sementara Civic e:HEV standar mungkin menghadapi tekanan karena volume yang rendah, namun pasar yang antusias mengatakan cerita yang berbeda. Civic Type R tetap memiliki performa yang menonjol. Honda melaporkan “permintaan yang luar biasa” untuk hot hatch tersebut, dan alokasi terbaru langsung terjual habis. Kesuksesan dengan performa tinggi ini menunjukkan bahwa meskipun mobil penumpang mainstream mengalami kesulitan, model performa khusus masih memiliki nilai merek dan loyalitas pelanggan yang signifikan.
Kesimpulan
Honda menyeimbangkan strategi ganda: mempertahankan ikon mobil penumpang bersejarahnya untuk memuaskan para loyalisnya sambil secara agresif mengalihkan sumber dayanya ke segmen SUV dan model baru dengan pertumbuhan tinggi. Meskipun Accord dan Civic aman untuk saat ini, kelangsungan hidup jangka panjang mereka pada akhirnya akan bergantung pada apakah Honda dapat menemukan “proposisi nilai” yang menguntungkan di pasar yang didominasi SUV.






















