Anda tidak dapat berjalan di jalan utama di Chicago, Los Angeles, atau New York tanpa menabrak kotak logam beroda. Mobil bukan hanya transportasi di sini. Mereka adalah infrastrukturnya. Mereka membangun pinggiran kota, mendikte arus perdagangan, dan membentuk budaya Amerika selama lebih dari satu abad. Sebagian besar kotak tersebut masih menggunakan bahan bakar.
Mesin di bawah kapnya mengandalkan siklus Otto. Empat pukulan. Kompresi, pembakaran, ekspansi, pembuangan. Ini adalah ritme mekanis yang dibuat oleh insinyur Jerman Nicolaus Otto pada akhir abad ke-19. Henry Ford tidak menciptakan ini. Dia hanya membuatnya terjangkau dengan Model T. Namun ketergantungan pada minyak telah menjadi sasaran kritik selama beberapa dekade. Biaya tinggi. Efisiensi bahan bakar yang buruk. Kerusakan lingkungan. Keluhannya belum berhenti.
Lalu ada hibrida. Dan listrik.
Mereka mendapatkan daya tarik. Bukan karena murah, tapi karena berbeda. Mereka menghemat bahan bakar. Mereka mengurangi emisi. Mereka mendorong cara mengemudi yang berbeda. Namun, mereka tetap merupakan ceruk pasar. Pada tahun 2008, hanya sekitar 40.000 hibrida yang dipindahkan ke Amerika Serikat. Jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan jutaan orang yang menghabiskan banyak bensin yang menyumbat jalan raya.
Tapi inilah twistnya. Kami pikir mobil listrik adalah hal baru. Kami pikir mereka adalah masa depan. Tiga produsen mobil besar AS berlomba untuk menghadirkan model-model yang siap dipamerkan di banyak tempat. Mereka melakukan inovasi.
Mereka salah.
Mobil listrik bukanlah konsep futuristik. Itu barang antik.
Kembali ke tahun 1890-an. Mobil bertenaga gas hanyalah prototipe yang berisik dan tidak dapat diandalkan. Mereka tergagap. Mereka mogok. Baunya tidak enak. Sementara itu, kendaraan listrik sudah populer. Mereka diam. Mereka bersih. Mereka memiliki potensi untuk produksi massal.
Sejarah mobil listrik bukanlah sebuah garis lurus. Itu adalah sebuah siklus. Babak terlupakan yang kami coba buka kembali.
Mobil Listrik Pertama
Siapa sebenarnya pembuat mobil listrik pertama? Dan mengapa hal itu menghilang dalam ketidakjelasan?

Ide kendaraan self-propelled bukanlah hal baru. Leonardo da Vinci membuat sketsa konsep primitif pada abad ke-15. Namun era otomotif sebenarnya baru dimulai pada akhir abad ke-19. Saat itulah para penemu yang gelisah akhirnya menjadikan mobil sebagai alat transportasi yang masuk akal. Ini bukan hanya tentang bensin. Motor listrik. solar. Uap. Semuanya tercampur. Persaingan sangat ketat. Tidak ada yang peduli untuk menyelamatkan planet ini. Mereka hanya menginginkan sesuatu yang bergerak.
Pengertian Mobil Listrik Pertama
Jadi kapan mobil listrik pertama kali dibuat? Jawabannya tergantung bagaimana Anda mendefinisikan “mobil”.
Thomas Davenport, seorang Amerika dari Vermont, membangun motor dan kendaraan listrik pertama yang berfungsi antara tahun 1834 dan 1835. Itu pada dasarnya adalah sebuah lokomotif kecil. Itu menggunakan dua elektromagnet, poros, dan baterai. Pikirkan tentang garis waktu itu. Andrew Jackson menjadi presiden pada tahun 1834. Samuel Taylor Coleridge baru saja meninggal. Edgar Degas lahir. Rasanya seperti era yang berbeda.
Desain Davenport terlalu mahal untuk diukur. Bahan-bahannya berharga mahal. Butuh waktu puluhan tahun sebelum kendaraan listrik menjadi praktis.
Nama-nama lain muncul di jendela awal itu. Robert Anderson dari Skotlandia kemungkinan besar merancang kereta listrik antara tahun 1832 dan 1839. Sibrandus Stratingh, seorang penemu Belanda, membuat kereta elektromagnetik pada tahun 1830-an. Ini adalah prototipe. Mainan untuk orang kaya. Bukan solusi pasar massal.
Thomas Parker dan London Tube
Jika kita berbicara tentang mobil yang benar-benar dapat diproduksi secara massal dan dikendarai di jalan raya, pujian diberikan kepada Thomas Parker. Dia membangun kendaraan listriknya pada tahun 1884.
Parker adalah orang Inggris. Dia juga menyetrum London Underground. Dia tahu sistem tenaga. Ketertarikannya pada efisiensi bahan bakar mendorongnya untuk membangun mobil ini. Asap dan polusi di London mencekik kota tersebut. Graham Parker, cicit Thomas, mencatat bahwa tekanan lingkungan ini memicu gagasan untuk berkendara ramah lingkungan. Parker tidak berusaha menyelamatkan paus. Dia mencoba menjernihkan suasana.
Zaman Keemasan EV (Secara Singkat)
Pada pergantian abad, penjualan mobil listrik melebihi penjualan mobil bertenaga gas.
Tunggu. Baca itu lagi.
Pada awal tahun 1900-an, kendaraan listrik lebih populer dibandingkan kendaraan berbahan bakar internal. Mengapa mereka kalah? Itu halaman berikutnya.

Awal Pemerintahan Mobil Listrik dan Pengambilalihan Bensin
Pada akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an, industri manufaktur mobil listrik relatif kuat dan sukses. Pada tahun 1900, misalnya, dari total 2.370 mobil yang ditemukan di New York, Chicago, dan Boston, 800 di antaranya sepenuhnya bertenaga listrik. Yang mengejutkan, hanya 400 mobil yang menggunakan bahan bakar bensin dan 1.170 sisanya adalah mobil bertenaga uap — populer karena pada saat itu teknologi uap sudah dikenal dan terbukti.
Setelah beberapa dekade mengalami perbaikan, mobil listrik saat ini sudah bersih, senyap, dan relatif efisien. Sebagian besar mirip dengan kereta kuda, karena seperti itulah kebanyakan mobil pada saat itu — kereta kuda tanpa kuda. Pada tahun 1899, ada sekitar 12 produsen yang membuat mobil listrik di Amerika Serikat, dan banyak dari mobil tersebut digunakan sebagai taksi di kota-kota yang jarak tempuhnya seringkali lebih pendek — terutama karena terbatasnya daya baterai.
Sebaliknya, mobil bertenaga bensin pada masa ini sangat bising dan berbau tidak sedap. Seringkali alat tersebut tidak dapat diandalkan dan harus dihidupkan (diputar) dengan tangan, yang sebenarnya berbahaya karena dapat mengakibatkan cedera parah. Efisiensi bahan bakar sangat memalukan, dan mobil pada saat itu tidak terlalu mendukung gagasan kita tentang berkendara ramah lingkungan. Namun tak lama kemudian, kenyaringan dan tenaga mobil bertenaga bensin benar-benar menjadi atribut yang positif dan eksotik, dan permasalahan seputar inefisiensi dan pengoperasian yang berbahaya akhirnya teratasi.
Satu hal yang disukai mobil bertenaga gas adalah kecepatan dan jangkauan. Hambatan utama bagi mobil listrik muncul dalam bentuk pencarian baterai yang praktis dan dapat diisi ulang. Bahkan Thomas Edison, penemu Amerika (dan pendukung mobil listrik), meluangkan waktu untuk mencoba memperbaiki baterai mobil listrik. Bahkan, ia mampu memperluas jangkauan mobil hingga 100 mil. Namun baterainya memiliki kekurangan; itu terlalu berat, mudah rusak dan mahal. Peningkatan baterai lainnya pada waktu yang hampir bersamaan biasanya mengalami kombinasi kemunduran yang sama. Pada saat Henry Ford memperkenalkan Model T-nya, jalanan di Amerika sudah lebih baik dan permintaan akan kendaraan jarak jauh sudah ada. Mesin pembakaran internal dengan cepat mendapatkan momentum dan melampaui motor listrik sebagai pilihan populer di kalangan pengendara. Model T memberikan apa yang diinginkan masyarakat dalam paket yang andal dan murah.
Namun, sejarah mobil listrik tidak berakhir pada pergantian abad ke-20. Beberapa prototipe listrik muncul pada tahun 1960an dan 1970an, dan General Motors EV1, subjek film dokumenter tahun 2006 “Who Killed the Electric Car?” menikmati beberapa eksposur selama tahun 1990an. Baru-baru ini, RAV4 EV Toyota dan Tesla Roadster telah menarik perhatian masyarakat, namun biaya yang tinggi membuat salah satu kendaraan ini sulit menjangkau pasar mainstream. Tiga produsen mobil besar AS telah mengumumkan rencana untuk memproduksi kendaraan listrik dengan harga terjangkau dalam waktu dekat, jadi siapa yang tahu? Sebuah cerita baru mungkin akan segera dimulai.















